Pergantian Pelatih Warnai Awal BRI Super League 2026/2027
Hingga pekan keenam BRI Super League 2026/2027, dinamika di kursi pelatih sudah terasa cukup tajam. Empat pelatih disebut telah menepi dari...
Hingga pekan keenam BRI Super League 2026/2027, dinamika di kursi pelatih sudah terasa cukup tajam. Empat pelatih disebut telah menepi dari kompetisi, sebuah situasi yang kembali menunjukkan betapa cepatnya perubahan bisa terjadi di sepak bola Indonesia.
Persijap Jepara menjadi salah satu klub yang mengambil langkah tegas. Klub itu disebut memutus kerja sama dengan Mario Lemos dan Juan Cortes. Di sisi lain, PSIM Yogyakarta juga dikabarkan mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel, sementara Arema FC berpisah dengan Marcos Santos.
Kasus Mario Lemos menjadi perhatian tersendiri karena ia sempat berganti jabatan dengan Juan Cortes di Persijap sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan klub. Setelah itu, Mario Lemos disebut melanjutkan karier di Persis sebagai direktur teknik untuk kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Risiko yang sudah dipahami pelatih
Gusnul Yakin menilai situasi seperti ini bukan hal aneh bagi para pelatih yang bekerja di Indonesia. Menurutnya, baik pelatih lokal maupun asing sudah memahami bahwa pemecatan di tengah jalan adalah bagian dari risiko profesi mereka.
Pandangan itu sejalan dengan kenyataan bahwa tekanan hasil di kompetisi domestik sering membuat posisi pelatih tidak aman. Saat target tim tak tercapai, perubahan di bangku teknis kerap menjadi pilihan yang diambil klub.
Gusnul juga mengaku pernah merasakan langsung kerasnya dunia kepelatihan. Ia menyebut pernah dipecat Persik pada 2011 karena prestasi buruk. Selain itu, ia juga pernah mundur dari Persibo Bojonegoro karena kondisi keuangan klub yang sangat minim.
Contoh dari awal musim yang cepat berubah
Rentetan pergantian pelatih ini memperlihatkan bahwa perjalanan kompetisi masih sangat panjang, tetapi keputusan besar sudah lebih dulu terjadi. Bagi klub, langkah tersebut biasanya diambil untuk mencari dorongan baru agar performa bisa membaik secepat mungkin.
Di tengah situasi yang bergerak cepat, Arema FC justru datang dengan hasil positif. Tim itu menang 4-0 atas Dewa United pada pekan ketujuh di Stadion Kanjuruhan pada 25 Oktober 2026. Hasil tersebut menjadi salah satu catatan penting di tengah hiruk-pikuk perubahan pelatih pada awal musim.
Dengan kondisi seperti ini, kabar dari setiap klub akan terus menarik untuk diikuti. Pembaca dapat memantau perkembangan terbaru seputar kompetisi melalui Jalalive.
Diolah dari pemberitaan Bola.com.